Dengan tercapainya ISO ( bukan ISO kaskus gan ) di SMANSA pastinya sekolah ini sudah dilengkapi berbagai fasilitas, salah satunya fasilitas internet. Internet yang dipasang di Lab TI, di Kantin, dan Internet untuk guru-guru pun telah rampung dipasang oleh panitia ISO. Bahkan Bandwidth pun ditambah agar warga sekolah tidak bosan dalam menggunakan fasilitas ini.
Akan tetapi, wifi yang dipasang di sekolah ini tidak hanya menimbulkan budaya internet, tapi budaya cyber war. Salah satu contoh cyber war adalah Net Cut.
Masuk akal, karena wifi yang dipasang ini dikeroyok ratusan user dan usernya pun anak SMA yang notabene sangatlah labil. Hmm hmmm… otomatis perang netcut pun terjadi, sedikit penjelasan tentang netcut, netcut adalah tools hacking yang dibuat untuk menjagal ip dari setiap komputer agar tidak terkoneksi dengan wifi yang digunakan ( entah gimana caranya ). Yang jelas, perang netcut ini sangatlah meresahkan pengguna lainnya, karena jika semua menggunakan netcut, pastinya sangat susah untuk terkoneksi dengan wifi sekolah ( terlebih lagi laptop yang modemnya lemah ).
Solusi dari masalah ini memang ada, tapi hanya sebatas mengurangi waktu pengguna user. Contohnya pada pemakaian internet di Kantin, untuk mengurangi pemakaian internet diberikan solusi untuk tidak memasang “colokan” di kantin. Otomatis, user akan silih berganti menggunakan fasilitas tersebut ( kayaknya sih gitu solusinya hehe ).
Tapi tampaknya belum ditemukan solusi yang terbaik dalam memecahkan masalah perang netcut ini. Walaupun ada tutorial tentang anti netcut, saya rasa itu bukanlah solusi yang tepat, karena anti netcut juga masih sulit digunakan, yah bisa dibilang tutorialnya “not for the human being” . Hmmh..untuk pihak berwajib, dibaca yah postingnya. Mudah-mudahan solusi yang lain dapat ditemukan dalam menggunakan fasilitas wifi di sekolah.
Sekian….




